KUMPULAN REFERENSI SKRIPSI DARI BERBAGAI JURUSAN,
DAN SEMUA TENTANG SKRIPSI ADA DI SINI

(023) HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN INJECTING DRUG USER (IDU) USIA 15-35 TAHUN


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tujuan pembangunan kesehatan Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan dan fasilitas kesehatan yang bermutu secara adil dan merata diseluruh wilayah Republik Indonesia dan dapat mewujudkan bangsa yang mandiri maju dan sejahtera.

Sejalan dengan tujuan pembangunan yang berwawasan kesehatan dan kesejahteraan maka pemerintah telah menetapakan pola dasar pembangunan yaitu pembangunan mutu SDM di berbagai sektor serta masih menitik beratkan pada program-program pra-upaya kuratif dan rehabilitatif yang didukung oleh informasi kesehatan secara berkesinambungan sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berperilaku hidup sehat, lingkungan sehat dan memiliki kemampuan untuk menolong dirinya sendiri serta dapat menjangkau pelayanan kesehatan yang berkualitas di tahun 2010. (Wijono,1999).

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, maka strategi pembangunan kesehatan diarahkan pada misi pembangunan kesehatan yaitu :

1. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.

2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, rata dan terjangkau.

4. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.

Akan tetapi keberhasilan pembangunan kesehatan menurut Azwar, 1996, tidak akan terwujud tanpa kerja keras dan dukungan dari semua pihak serta sangat dipengaruhi oleh peran aktif semua pihak termasuk didalamnya pemerintah, masyarakat serta pihak swasta.

Oleh karena itu magang yang dilaksanakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesahatan (STIK) Makassar sebagai suatu proses pembelajaran dalam rangka sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa STIK Makassar sebagai salah satu persyaratan akademis yang harus dipenuhi sebelum mahasiswa yang bersangkutan menyelesaikan studinya dan mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat.

B. Tujuan Magang

1. Tujuan Umum

Terbentuknya pemahaman yang utuh dalam diri mahasiswa tentang proses pemecahan maslaah kesehatan masyarakat serta memberi kesempatan kepada mereka untuk menerapkan ilmu kesehatan yang diperoleh dari bangku kuliah untuk langsung dipraktekkan.

2. Tujuan Khusus

a. Memahami cara menganalisa situasi, mengidentifikasi masalah dan menetapkan alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan system.

b. Mahasiswa terpapar dengan kondisi dan berbagai permasalahan nyata di rumah sakit.

c. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan nilai tambah atas pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang lebih aplikatif.

d. Membina dan meningkatkan kerjasama antara STIK Makassar dengan institusi tempat mahasiswa melaksanakan magang.

e. Memberi masukan yang bermanfaat untuk rumah sakit sebagai tempat magang.

C. Manfaat Magang

1. Bagi Mahasiswa

a. Mendapatkan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif di lingkungan rumah sakit.

b. Terpapar dengan kondisi dan berbagai permasahalan faktual rumah sakit.

c. Mendapatkan pengalaman menggunakan metode analisis masalah yang tepat terhadap permasalahan rumah sakit.

d. Mendapat bahan atau data awal untuk dilanjutkan dan kiat-kiat dalam rumah sakit.

2. Bagi STIK Makassar

a. Menerima masukan untuk perbaikan atau penyempurnaan kurikulum.

b. Meningkatkan kerjasama dengan Depkes, Pemda dan Instansi Kesehatan.

3. Bagi Rumah Sakit

a. Sebagai bahan masukan yang bermanfaat untuk rumah sakit sebagai tempat magang.

b. Penemuan baru mengenai analisis permasalahan dan kiat-kiat dalam rumah sakit.

D. Waktu dan Tempat Magang

1. Waktu Pelaksanaan Magang

Waktu pelaksanaan magang menggunakan asumsi bahwa 1 SKS setara dengan 5 jam kegiatan mandiri. Dengan demikian, maka kegiatan magang dengan bobot 3 SKS dilaksanakan 15 jam perminggu yang berlangsung selama 6 minggu, mulai tangal 19 April sampai dengan 29 Mei 2004.

2. Tempat Pelaksanaan Magang

Tempat atau lokasi pelaksanaan magang adalah rumah sakit yang dipilih oleh mahasiswa magang sendiri secara berkelompok dan tempatnya di Rumah Sakit TK.II Pelamonia Makassar, peserta magang diizinkan dan diharuskan bekerja di bagian rekam medik dan poli interna yang ada di rumah sakit tempat magang serta berada atau mengikuti program perencanaan yang ada di rumah sakit tersebut.


dapatkan file lengkapnya

klik disini

 
CARA SINGKAT BELAJAR BAHASA INGGRIS segera bergabung bersama kami..!!!!